Ketika malam datang, dengan kepekatan gelap tiada terkira.
Hanya cahaya temaram dari lampu-lampu natrium yang menyinari.
Sesosok tubuh kumal, mendekam dalam pojok jalan tanpa suara. Hanya tatapan lesu tak bertenaga, sayu.
Rambut yang acak-acakan dan kumal, diterpa debu-debu jalanan…
Tak ada seorang pun yang mengasihani, weitts tunggu ada seorang bapa tua bersorban selalu memberi sepotong Roti dan segelas susu murni…
Tubuhnya yang kering dan jangkung, tak terbalut busana yang benar, lubang-lubang di sana-sini, warnanya yang memudar, tapi masih menutupi badannya yang panjang dari lirikan abang-abang mesum
Badannya sering terkena sinar mentari yang terik, air hujan yang dingin dan lebat, angin musim kemarau yang tercampur debu dan bakteri..dia mencoba kuat…
Kadang, kalau malam berbulan dan berbintang..
Senyuman penuh harap dan bersinar terlukis di wajahnya yang sendu..
Dia sering bernyanyi tak bersyair,,hanya suara dengungan....
Dad..dara..dad..dara...durururu..duuuud...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar